https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/05/Barringtonia_asiatica_%28flower%29.jpg

Wilayah pesisir Indonesia sangat terkenal ditumbuhi dengan berbagai jenis flora, salah satunya adalah tumbuhan Barringtonia asiatica Kurz, atau dalam penamaan lokal bernama keben. Tumbuhan ini tumbuh subur di daerah pesisir Asia tropis dan Pasifik serta memiliki bentuk buah yang unik.

Buah keben berbentuk stupa, bersegi empat atau lima terbalik. Bagian ujung agak lancip menghadap ke bawah dan bagian yang besar bersegi empat menghadap ke atas. Buah yang masih muda berwarna hijau, setelah tua akan berwarna coklat serta memiliki rasa yang sepat.

Buah keben biasa tumbuh di ujung tangkai. Kulit buah halus dan licin. Kulit bagian dalam berserabut keras menyerupai serabut kelapa. Dalam satu buah terdapat satu biji yang terletak di bagian tengah, berukuran lebar 2-3 cm dan tinggi 3-5 cm. Tanaman keben tahan hingga temperatur 29-35°C serta toleran terhadap perubahan iklim (Onisimus, 2003).

Keben tergolong tanaman umur panjang dan termasuk famili Lecythidiaceae. Keben merupakan tumbuhan asli ekosistem flora Indonesia. Mereka tumbuh di sepanjang pantai dan ekosistem darat sampai dataran tinggi. Tanaman ini dapat mencapai tinggi 7-50 m.

Habitat tumbuhan keben merupakan kawasan litoral (pesisir) yang hampir ekslusif, pada beberapa daerah pohonnya dapat tumbuh jauh ke daratan seperti bukit atau jurang berkapur. Biasanya tumbuh pada pantai berpasir atau koral pasir, disepanjang pantai atau rawa mangrove pada ketinggian 0-350 m di atas permukaan laut (Tan 2001). Tumbuhan ini juga tergolong jenis tumbuhan mangrove yang tumbuh di tepi pantai.

Di Indonesia, tanaman ini mempunyai banyak nama diantaranya butun (Sunda), kebena (Jawa), bitung (Sulawesi Utara), kebena-kebena (Bali), utong (Alor) dan maliou (Papua) (Septiarusli 2012). Menurut pangkalan data keanekaragaman hayati Indonesia (Prohati dalam Septiarusli 2012), secara morfologi keben adalah pohon yang tumbuh tegak dengan batang tampak bekas tempelan daun yang besar.

Berdasarkan beberapa sumber kajian ilmiah, keben memiliki daun lonjong membulat telur sungsang. Perbungaannya berbentuk tandan dan letaknya berada diujung, jarang di ketiak, kelopak bunganya hijau seperti tabung panjang, daun mahkotanya berwarna putih, menjorong, benang sari memerah di ujung, putik memerah diujungnya.

Disamping morfologinya yang unik, tumbuhan ini kaya akan khasiat. Kandungan kimia yang terkandung pada tanaman keben, antara lain alkaloid, steroid, triterpenoid, tanin, saponin dan flavonoid pada biji dan buahnya. Daunnya mengandung senyawa triterpenoid, alkaloid, flavonoid, likopin dan tanin. Kulit kayunya mengandung senyawa tanin dan saponin.

Keben banyak digunakan sebagai obat-obatan tradisional. Beberapa manfaat dari buahnya adalah sebagai obat sakit perut, obat rematik, dan dapat pula menjadi obat luka dengan cara memarut biji buahnya kemudian diletakkan pada daerah yang terluka. Buah ini juga biasanya digunakan sebagai racun ikan karena buah ini mengandung senyawa aktif yaitu saponin yang dapat menyebabkan ikan keracunan (Tan, 2002; EEBG, 2006).

Pohon keben juga disebut sebagai pohon perdamaian setelah presiden Soeharto menetapkannya pada Hari Lingkungan Hidup tanggal 5 Juni 1986 silam. Di tahun itu, Hari Lingkungan Hidup mengambil tema “A Tree for Peace”. Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto kemudian menanam tanaman ini di halaman Istana Negara dan pohonnya masih dirawat sampai sekarang.

Di lingkungan Keraton Yogyakarta, pohon ini juga memiliki nilai filosofi tersendiri. Dikutip dari situs kehati.jogjaprov.go.id disebutkan bahwa keben berasal dari kata “Hangrungkebi jejering bebener” yang berarti merangkul kebenaran. Pohon keben melambangkan bahwa manusia harus selalu menjunjung tinggi kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.

Klasifikasi Tanaman Keben:

Kerajaan          : Plantae

Divisi               : Magnoliophyta

Kelas               : Magnoliopsida

Ordo                : Lecythidales

Famili              : Barringtoniaceae Rudolph (-Lecythidaceae)

Genus              : Barringtonia

Spesies            : Barringtonia asiatica (Linnaeus) Kurz

Manfaat Pohon Keben

Terdapat beberapa manfaat dari tanaman keben bagi manusia, diantarnaya sebagai berikut :

1.      Mengandung Tanin

Kita ketahui tanin merupakan bahan utama pembuatan antiseptik yang sering digunakan sebagai obat kumur.

2.      Mengandungan anti-epilepsi

Bagian kulit dari tanaman keben dapat diolah menjadi obat hermia dan tuberculosis, lalu pada bagian bijinya dapat diolah menjadi obat kulit. Kemudian keben juga mengandung anti-epilepsi yang dapat mengobati epilepsy.

3.      Metabolit Sekunder Keben

Tanaman keben mengandung senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai pelindung tumbuhan dari serangan hama penyakit dari lingkungan. Senyawa tersebut diantarnya alkaloida, terpenoida, flavonoida, tanin, saponin, dan glikosida. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut ini.

4.      Alkaloida

Merupakan senyawa kimia yang menganddung asam nitrogen, tidak berwarna dan berwarna dan bercicin aromatik. Bagi manusia senyawa Alkaloida dimanfaat sebagai bahan obat.

5.      Flavonoida

Senyawa ini terdiri dari C6-C3-C6 yang berfungsi sebagai glikosida pada tumbuhan.

6.      Tanin

Senyawa ini terdapat dibagian kayu keben, tanin berfungsi agar protein tidak larut pada air.

7.      Terpenoid

Merupakan hasil alam dari proses biosintesis terdistribusi luas dalam dunia tumbuhan dan hewan.

8.      Saponin

Saponin adalah glikosida triterpenoid. Saponin merupakan senyawa yang berasa pahit, berbusa dalam air serta larut dalam air dan alkohol tetapi tidak larut dalam eter.