https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Pteroc_indic_071125_1721_ipb.jpg

Mengenal Lebih Jauh Angsana (Pterocorpus indicus) si Payung Teduh

Meski suhu udara tinggi, namun suasana sejuk dan teduh dapat dirasakan jika berada di jalanan yang di tepinya ditumbuhi oleh tanaman angsana. Pada waktu-waktu tertentu jika musim bunga tiba, suasana sejuk dan teduh akan semakin menenangkan dengan aromaterapi yang disebarkan oleh bunga-bunga kuning nan mungil yang bermekaran pada ranting-rantingnya.

Tanaman angsana memang paling banyak kita temukan sebagai tanaman peneduh di pinggir-pinggir jalan. Hal ini disebabkan karena angsana sangat adaptif dengan berbagai cuaca dan pertumbuhannya yang tergolong cepat.

Menurut sejarah, tanaman angsana merupakan tumbuhan daerah Asia. Banyak yang tidak mengenali yang mana angsana. Hal ini disebabkan karena angsana memiliki banyak nama.

Di Indonesia angsana memiliki nama-nama yang berbeda di berbagai daerah :

Batak                           : Sena, Sona dan Hasona.

Aceh                            : Asan 

Betawi                         : Babaksana

Jawa                            : Angsana, Sono Kembang, Sono Kayu dan Sana Kapur.

Bima                            : Nara.

Nusa Tenggara            : Kayu Merah.

Maluku                          : Nara Lala dan Lalan ligna.

Sulawesi                      : Naakir, Acha, Patene dan Candana.

Dalam biologi untuk memastikan suatu mahluk hidup merupakan secies yang dimaksudkan, bisa diketahui dari nama ilmiahnya. Karena nama ilmiah dari setiap species mahluk hidup akan sama di seluruh dunia, meskipun dia memiliki nama yang berbeda di suatu daerah ataupun negara.

Nama ilmiah dari angsana adalah Pterocarpus indicus , dengan klasifikasi ilmiah sebagai berikut :

Kingdom                     : Plantae

Divisi                           : Magnoliophyta

Kelas                           : Magnoliosipda

Ordo                            : Fabales

Famili                          : Fabaceae

Subfamili                     : Faboideae

Bangsa                         : Dalbergieae

Genus                          : Pterocarpus

Spesies                         : P. indicus

Nama binominal         : Pterocarpus indicus

Tak banyak orang yang tahu bahwa angsana selain berfungsi sebagai peneduh dan bahan pembuatan mebel, ternyata juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Hal ini disebabkan karena zat-zat yang terkandung di dalamnya, sebagai berikut :

  • Daunnya mengnadung loliolide dan paniculatadiol.
  • Dalam bunganya terdapat lupeol dan phytol ester.
  • Dalam batangnya terkandung for, ononrtin, isoliquiritigenin,hydroxyhydratropic acid, dan arylbenzofuran.
  • Dengan kayu batang yang kokoh dan kuat, angsana sangat cocok digunakan sebagai bahan dasar dari mebel dan bahan pembuat rumah.
  • Getah angsana yang berwarna merah dijadikan bahan pewarna tekstil alami di daerah Kalimantan.
  • Kulit pohonnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis kerajinan tangan seperti kursi jalin, kotak pinsil dan sebagainya.

Dalam bidang kesehatan, angsana memiliki manfaat antara lain :

  • Menyembuhkan diabetes mellitus.

Daun angsana sangat cocok dan efektif dalam pengurangan konsentrasi gula darah di dalam tubuh. Daun angsana memiliki kandungan glikemik rendah sehingga sangat bagus untuk menurunkan kadar gula darah.

  • Mengobati batu ginjal .
  • Kandungan zat kimia yang ada di dalam daun angsana mampu mengeluarkan batu atau Kristal yang mengendap di dalam organ dalam anda.
  • Mengatasi sariawan.
  • Sifat antibakteri yang ada di dalam daun angsana mampu melawan bakteri jahat yang ada di dalam tubuh. Salah satu penyakit yang bisa disembuhkan oleh daun angsana adalah sariawan.
  • Memulihkan luka bakar.
  • Daun angsana dapat mengobati luka dengan cepat dan tidak sakit. Karena di dalam daun angsana terdapat kandungan vitamin dan mineral yang tinggi yang bagus untuk mengtasi sel kulit yang rusk dan mati.
  • Sebagai antioksidan di dalam tubuh.
  • Di dalam daun angsana terdapat kandungan antioksidan yang tinggi yang mampu menangkal radikal bebas dalam tubuh yang meicu terjadinya penyakit.
  • Melancarkan haid.
  • Meminum air rebusan daun angsana dapat memperlancar haid yang terhambat.
  • Mengobti sakit gigi : Cukup oleskan getah angsana pada gigi yang sakit, maka sakitnya segera berkurang.
  • Mengurangi rasa sakit akibat peradangan : Perih yang terjadi akibat adanya peradangan dapat dikurangi dengan daun angsana yang memiliki sifat anti inflamasi yang baik.
  • Memperlancar pencernaan.
  • Daun angsana yang masih muda dan segar sangat ampuh melawan bakteri pengganggu yang ada di dalam organ pencernaan. Cukup dengan meminum air rebusannya.
  • Mencegah penyakit pernafasan.
  • Berbagai penyakit pernafasan seperti asma, sesak nafas dan lainnya dapat diatasi dengan mengkonsumsi daun angsana. (https://manfaat.co.id )

Tanaman angsana atau dikenal sonokembang adalah salah satu jenis pohon penghasil kayu berkualitas yang termasuk kedalam suku Fabaceae (Leguminosae, polong-polongan), ordo Fabales dan memiliki nama latin Pterocarpus indicus.

Tanaman ini memiliki sebutan yang beragam di negara lain, seperti Apalit (Filipina), Chan deng (Laos), Padauk, sena, ansanah (Burma), Malay padauk, red sandalwood, amboyna (bahasa Inggris), Santal rouge, amboine (bahas Perancis) dan Indonesia memiliki sebutan beragam tergantung suku dan daerah, antara lain Asan (Aceh), sena, sona, hasona (Batak), asana, sana, langsano (Minang), angsana, babaksan (Betawi), sana kembang (Jawa dan Madura), dan lain sebaginya.

Morfologi Pohon Angsana

Morfologi tanaman angasana dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, yaitu:

1. Batang

Pohon ini memiliki ketinggian hingga 40 m dan gemangnya mencapai 350 cm, bertajuk bulat, batang berbentuk silindris, kulit bagian luar berawarna bau-abu kecokelatan, beralur dangkal dan berlentisel.

2. Daun

Daun tanaman ini adalah daun majemuk dengan menyirip gasal, berseling, anak daun terdirdi dari 5-15 daun anakan, tangkai anak daun berukuran 3-7 mm, helaian anak daun berbentuk bulat memanjang, meruncing tumpul, mengkilat, pangkal membulat, bagian tepi rata, permukaan atas daun berwarna hijau berkilau, ibu tulang daun berbulu padat, pendek, tuang daun sekunder menyirip berjumlah 10-14 pasang, tulang daun tersieer agak kabur , berbentuk jala dan daun penumpu berukuran 1-2 cm.

3. Bunga

Bunga tanaman ini adalah bunga majemuk bertandan, yang terletak dibagain ujung ranting atau muncul dari ketiak daun, sedikit atau tidak bercabang, berambut coklat, berbunga banyak, panjang bunga 7-11 cm, panjang tangkai anak bunga 0,5-1,5 cm, bau bunga sangat harum. Kelopak bunga berbentuk lonceng atau tabung, bergigi 5, tingginya lebih kurang 7 mm. Mahkota berwarna kuning, daun mahkota berkuku, bendera bunga berbentuk lingkaran atau bulat telur terbalik, berlipat kuta, melengkung kembali, garis tengah lebih kurang 1 cm,  lunas bunga lebih pendek dariada sayap, dan pucat.

4. Buah

Buah tanaman ini adalah polong, berbentuk bulat, berwarna coklat muda, berdiameter 4-6 cm, diselimuti oleh sayap yang berukuran 1-2,5 cm, berdiameter 2-3 cm dan tebal 5-8 mm. Bakal buah berambut lebat, bertangkai pendek, bakal biji berjumlah 2-6.

Demikianlah informasi tentang Klasifikasi dan Morfologi Pohon Angsana (Pterocarpus indicus). Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

https://id.wikipedia.org/wiki/Angsana